Umar Bin Khatab r.a. pernah memberikan saran jitu untuk mengenal karakter seseorang. Tiga cara yang beliau anjurkan adalah melakukan safar (perjalanan), bermuamalah (berbisnis atau berurusan dengan uang), dan memberinya amanah. Dalam keterangan lain disebutkan bahwa jangan engkau merasa telah mengenal saudaramu dengan baik, jika engkau belum pernah melakukan safar bersama saudaramu tersebut, atau sebelum engkau pernah bermalam bersama saudaramu.

Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi guru dan siswa kelas 5 SD Juara untuk saling mengenal lebih dekat dan dalam tentang karakter masing-masing. Dalam program Mabit Mandiri Bersama Juara, siswa diajak untuk mandiri memenuhi kebutuhan sehari-hari serta bersama-sama menjadi pribadi juara.

Mabit yang digelar Kamis-Jumat, 24-25 Agustus 2023 kali ini berbeda dengan mabit yang biasa di gelar di SD Juara Cimahi. Jika biasanya siswa bermabit, fokus mengikuti acara tanpa perlu memikirkan sarana, fasilitas atau kebutuhan makan. Bahkan mabit sebelumnya biasanya dipilih malam menjelang hari libur agar mereka bisa istirahat setelah mabit. Namun kali ini mereka benar-benar harus belajar mandiri menyiapkan tempat menginap, dan termasuk mencari serta menyediakan kebutuhan makan dengan biaya sendiri. Bukan hanya itu, hari yang dipilih masih hari efektif, sehingga setelah bermalam mereka harus tetap mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya.

Sebelum mabit ini benar-benar terjadi, siswa kelas 5 sudah menunjukkan antusias yang luar biasa. Maklum ini adalah mabit pertama mereka di SD Juara. Beberapa siswa yang jauh rumahnya menyegaja tidak pulang agar bisa mengikuti mabit tepat waktu. Sementara sebagian lainnya harus pulang terlebih dahulu membawa seluruh perbekalan yang akan dipergunakan malam dan keesokan harinya.

Tepat pukul 16.00 mabit dimulai dengan pembukaan dan al-matsurat. Setelah itu mereka harus berbagi tugas menyiapkan dan membersihkan ruangan menginap, belanja bahan masakan untuk makan malam. Kendati menu yang direncanakan terbilang sederhana, antusiasme dan semangat peserta tak bisa dibilang sederhana. Mereka mulai berbagi amanah dan bermuamalah. Saat sebagian memasak, sebagian lainnya memaksimalkan waktu untuk istirahat dan tilawah. Namun saat datang waktu sholat, mereka melaksanakan sholat berjamaah.

Hingga ba’da isya, sajian makan malam pun berhasil disiapkan. Nasi putih, telur dadar, oseng tempe, rebus labu siam dan wortel ditambah sambal, disantap dengan nikmat. Mereka mulai merasakan hasil atas ikhtiar dan kemandirian mereka, walaupun tak sadar bahwa selama kegiatan gerak-gerik mereka selalu menjadi objek pengamatan.

Menjelang istirahat, tidak ada kegiatan khusus selain menyelesaikan target tilawah dan mempersiapkan hapalan untuk keesoka harinya. Namun ada pula beberapa siswa yang mendapatkan amanah menyiapkan masakan untuk sarapan esk hari. Lagi-lagi menu sederhana, lontong dan bala-bala.

Ruangan dan suasana baru, sangat wajar menjadikan siswa agak kesulitan untuk istirahat. Beberapa diantara mereka ada yang bisa tidur tepat waktu, namun ada pula yang harus menunggu sampai 2 jam berlalu. Tetapi untuk urusan bangun, ternyata mereka bisa satu jam lebih cepat dari yang dijadwalkan. Pukul 04.00 seharusnya mereka mulai bangun sesuai dengan kebiasaan harian, namun pukul tiga semuanya sudah terjaga bahkan sudah mandi dan siaga. Mereka sholat malam berjamaah dipimpin oleh imam bergiliran dari beberapa siswa yang sudah tashih juz 30. Hingga waktu subuh tiba, kembali sholat fardlu berjamaah dipimpin oleh guru pendamping dan dilanjutkan doa dan muhasabah bersama.

Setelah sholat subuh, siswa langsung mempersiapkan diri untuk hari yang baru. Tidak terlewatkan pula, mereka sempat menikmati indahnya sunset diufuk timur kota Cimahi dari lantai 3. Mereka kembali berbagi amanah agar pukul 07.00 sudah siap sebagaimana siswa lainnya yang akan datang. Di antara mereka ada yang giliran masak gorengan, bersih-bersih ruangan, dan ada pula yang mencari lontong sebagai bahan sarapan.

Di pagi hari itu, ternyata ada orang tua yang berbagi bubur kacang hijau, sehingga menambah kenikmatan menu sarapan. Pukul 06.30 beberapa siswa sudah mulai berdatangan ke sekolah. Begitupun peserta mabit, mereka sarapan bersama dan bersiap mengikuti kegiatan seperti biasanya.
Mulai pukul 07.00 kembali mengikuti pembiasaan pagi. Sholat dhuha dan al-matsurat, pembelajaran TTQ, program ACIL, mentoring, sholat jumat dan keputrian, serta ditutup dengan ekskul Pramuka.

Di akhir acara, beberapa siswa mengaku sempat mengantuk, lelah dan sebagainya. Namun ketika mereka ditanya kesan MABIT kali ini, secara serempak mereka menunjukkan keseruan dan kebahagiaan. Saat direncanakan mabit berikutnya di bulan depan, sorak sorai pun tak bisa disembunyikan.

MABIT kali ini, menjadi kesempatan berharga bagi guru dan siswa untuk mengenal dan membentuk karakter lebih dalam. Benarlah apa yang disampaikan Umar bin Khatab r.a. Saat siswa Juara bermalam, melakukan perjalanan, melakukan muamalah, dan diberikan amanah, mereka menunjukkan karakter aslinya. Dan MABIT inilah tempatnya. Semoga berkah.

#sdjuaracimahi
#sekolahjuara
#indonesiajuara
#mabitjuara
#mabitmandiri
#mabit
#kemandirian
#sahabatsejati